Hanya sekedar berbagi .. | Melihat, Membaca, Memahami dan Berbagi Manfaat ..

Kamis, 20 Maret 2014

Pesan bapak untuk anaknya di Facebook


Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dia cek adalah inbox. Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya, ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata ada pesan dari 5 bulan yang lalu.
Dan INILAH PESANYA :
“Assalamuallaikum""Ini kali pertama Abah mencoba menggunakan Facebook. Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini ?, Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, Abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Abah yang mengajarkan.." ,

"Nak ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 SD. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Dengan harapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa apa saja, Tapi, kamu hanya telpon Abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya ?"

"Saat kamu kecil dulu, Abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah Bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi. Abah senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun, Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengan kamu banyak sekali. Kamulah penghibur kami di saat kami berduka. Walaupun hanya dengan gelak tawamu."

"Saat kamu masuk SD. Abah ingat kamu selalu bercerita saat Abah ketika membonceng motor dengan Abah setiap pergi dan pulang sekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada Abah, tentang ibu guru, sekolah, teman-teman" , tahukah kamu saat kau cerita itu, Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah, Ketika kamu masuk SMP. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulang dari sekolah, kamu langsung masuk kamar.Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengan kawan-kawanmu."

"Kamu mulai jarang bercerita dengan abah. Kamu pandai... Akhirnya masuk asrama di SMA. Di asrama, jarak antara kita makin jauh, Abah paham naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya,dan Abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seorang gadis."

"Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di SMA. Jarang hubungi kami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu, Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi ? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?"

"Akhirnya, kamu jarang berbicara dengan Abah lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu HARI RAYA. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tak cuti kemari lagi.""Malam ini, Abah sebenarnya rindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujung usia 60 an. Kekuatan Abah tidak sekuat dulu lagi."

"Abah tidak minta banyak… Kadang-kadang, Abah cuma mau kamu berada di sisi Abah. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Abah. Mengadu pada Abah. Bercerita pada Abah seperti saat kamu kecil dulu."

"Maafkan abah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. Mungkin kamu tidak punya waktu berbicara dengan Abah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah. Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah. Mungkin kamu mengabaikan Abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah."

"Maafkan Abah atas segalanya.”
Saudaraku, Hargailah orang tua ketika mereka masih hidup... kadang kala kita terlalu sibuk bekerja, sekolah, kuliah, bahkan berpacaran, bertunangan, mengejar-ngejar lawan jenis yang kita sukai. Sampai kita lupa akan dia yang telah membesarkan kita. Memberi kita pendidikan untuk bekerja. Mengajari cara berjalan agar kita bisa hidup seperti kita melupakan orang tua kita..


Sabtu, 08 Maret 2014

PR Terakhir



Kisah nyata ini datang dari Jepang, sosok guru selain memberikan pelajaran akademis juga ikut memberikan pendidikan. Guru istimewa ini mampu merasakan kalau waktunya hidup didunia tak lama lagi, sehingga ia menulis pekerjaan rumah terakhir bagi muridnya yang membuat orang terharu.

Sebelum guru tersebut menghembuskan nafas terakhir, dirinya masih sempat menuliskan PR untuk para siswanya. Jika umumnya para murid malas mengerjakannya, maka PR yang satu ini membuat para siswanya menangis.

Guru tersebut menuliskan PR tersebut di papan tulis, dengan sebuah kapur ia mulai menuliskan tugas terakhir kepada murid-muridnya. Berikut tugas yang diberikan sang guru:



Tugas yang ia berikan kepada para muridnya cukup sederhana, meminta para siswanya melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka bahagia.

Berikut ini adalah terjemahan dari tulisan sang guru:

Tugas Akhir
Deadline: tidak ada
Buat hidup kalian bahagia
Ketika kalian menyelesaikan tugas ini, aku mungkin sudah berada di surga
Jangan terburu-buru mengumpulkan tugas ini. Nikmatilah waktu kalian
Suatu saat ketika kalian sudah selesai, aku ingin kalian bisa berkata, "Aku sudah menyelesaikan tugas darimu. Aku sudah hidup bahagia."
Aku menunggu saat-saat itu



Tulisan di papan hitam itu menjadi salah satu PR paling mengharukan di dunia. Bahkan salah satu akun Twitter membagikan foto terakhir dari papan tersebut. Guru yang menuliskan tugas ini baru saja meninggal.

Namun apa yang ia sempat lakukan di nafas-nafas terakhirnya sungguh mengesankan. Ia benar-benar melakukan tugasnya sebagai seorang guru, yaitu memastikan bahwa anak didiknya bukan hanya belajar atas tuntutan akademis. Namun juga untuk menjadi seorang yang bahagia.

Guru memang merupakan salah satu sosok yang berjasa bagi kehidupan seseorang. Masih ingatkah Anda dengan guru yang paling Anda sayangi dan sudahkah kita menjadi sosok yang baik, seperti yang dia ajarkan? Semoga dedikasi guru kita tak menguap dimakan usia, namun benar-benar bisa menjadikan kita sosok yang belajar dan bahagia.


Cinta Remaja - Hiperealitas - Kedzaliman


Oleh : Azeza Ibrahim Rizki, Pengamat Budaya Komunikasi

Kasus pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina Suroto (19) yang dilakukan oleh sepasang kekasih, yakni Ahmad Imam Al Hafid (19) dan pacarnya Assyifa Ramadhani (19) seolah menampar wajah seluruh pemuda Indonesia. Bagaimana tidak, remaja Indonesia seolah sudah kehabisan prestasi dan kebanggaan. Tawuran, narkoba, pergaulan bebas, bullying dan sejuta permasalahan lainnya sudah menjadi nafas sehari-hari remaja kita.

Dan sayangnya, sebagai masyarakat dengan kultur pop yang kuat kita selalu berhenti di wacana normatif, permintaan maaf penuh basa basi, penegakan hukum asal-asalan, dan yang paling marak adalah mencurahkan hujatan lewat berbagai media sosial atas kondisi yang ada.


Jika kita mau untuk sekedar menoleh ke belakang, maka sungguh sangat nyata bahwa keadaan sosial dimana kita beradalah yang melahirkan pembunuh muda berdarah dingin itu.


Sembilan belas tahun adalah umur dimana masa depan tampak begitu cerah, berbagai kesempatan terbuka lebar, berbagai jenis prestasi menanti. Tapi lihatlah apa yang kemudian difikirkan pemuda dalam kisaran umur Sembilan belas tahun.


Pasti urusan cinta, jika ada yang membantah, anda mungkin masih terlalu muda atau terlalu tua sampai lupa. Entah berapa banyak waktu yang dihabiskan pemuda Sembilan belas tahun kita untuk membahas hal yang itu-itu saja, "aku cinta padamu, apakah kau mencintaiku juga?"


Kita bisa sepakat jika pada umur yang sedemikian, perkembangan hormonal remaja seolah menggiring mereka untuk menjadi lebih ingin tahu tentang lawan jenisnya. Tapi yang jadi permasalahan adalah bagaimana sistem sosial kita yang ada saat ini menampung dan menempatkan remaja dengan hormon meledak-ledak ini dalam masyarakat.


Cinta Remaja dan Hiperealitas


Sejak dahulu memang beginilah cinta, deritanya tiada pernah berakhir

Kata-kata di atas tidak hanya masyhur diucapkan oleh banyak orang di Indonesia, tapi juga diimani sebagai pemaknaan yang akurat akan arti cinta. Tidak percaya? Silakan anda sampaikan kata-kata bertulis miring diatas kepada remaja-remaja yang patah hati. Ada jaminan bahwa hampir 100% pemuda yang disodori statement diatas akan berkata “Betul kata-kata itu”.

Kata-kata dari tokoh rekaan yakni Panglima Tian Feng alias Ti Pat Kay dari sinema berseri “Kera Sakti” telah terbukti berhasil menanamkan konsep di kepala orang-orang Indonesia bahwa cinta identik dengan penderitaan. Lalu apa jadinya hidup jika kita memaknai cinta sebagai penderitaan?


Celakanya, bukan hanya Panglima Tian Feng yang telah menanamkan konsep cinta dengan isi yang salah di kepala orang-orang Indonesia.


Sekarang anda bisa hitung, ada berapa sinetron, ftv, reality show, video klip musik, dan novel yang mengusung tema cinta. Dan dari sekian banyak kumpulan itu, silakan anda sortir berapa banyak konsep cinta yang disampaikan dengan cara yang baik dan konsep yang benar. Dan jangan bingung jika anda hanya menemukan hasil sortiran yang sedikit.


Era Postmodernisme dengan kekhasannya yang anti otoritas dan ambigu telah melahirkan sebuah gegar budaya lewat Hiperealitas. Karena anti otoritas (yang artinya anti akan kebakuan, keaslian, dan keutuhan sesuatu) orang-orang diajak untuk tertarik pada hal-hal yang sifatnya jauh dari kenyataan.


Ketika anda memasuki panggung diorama di Museum Nasional, rasanya kita berada dalam peristiwa sejarah itu sendiri, panca indera kita dimanipulasi sedemikian rupa sehingga emosi kita tergerak untuk meyakini bahwa pengalaman kita berada dalam diorama tersebut adalah pengalaman sejarah yang sangat asli, bahkan mungkin kita merasa bahwa perasaan kita lebih autentik daripada kejadian sejarah yang sebenranya.


Contoh lain. Jika anda adalah penggemar film, seringkali anda kan lebih tertarik versi 3D nya daripada versi standart. Alasannya sederhana, film-film versi 3D terkesan lebih nyata, lebih real, lebih hidup. Padahal jika kita renungkan pada dasarnya, film itu sendiri sudah jauh dari kenyataan, lalu untuk apa menikmati sesuatu yang jauh dari nyata dengan cara yang “lebih nyata” . Absurd.


Hiperealitas adalah suatu konsep yang menjelaskan fenomena dimana manusia gemar membuat sebuah copy dari kejadian, sosok, peristiwa dalam ruang dan waktu dan kemudian mengangapnya lebih nyata dari kenyataan yang sebenarnya. Sederhananya ini adalah konsep yang menjelaskan kenapa banyak orang yang menganggap patung Michel Jakcson terlihat lebih hidup daripada Michel Jackson yang asli hidup. Lebih sederhananya lagi adalah fenomena dimana bayang-bayang dianggap kenyataan.


Disinilah cinta remaja kita berada, di alam Hiperealitas. Bayangkan apa jadinya jika remaja-remaja kita ditawarkan konsep tentang cinta palsu yang dikemas sedemikian nyata lewat media, entah itu film, music atau bahkan novel secara terus menerus.


Maka jangan heran jika pemuda kita banyak terjangkit peterpan syndrome dan pemudi kita menderita cinderella complex. Dua gangguan kejiwaan ini sebenarnya berakar dari gagalnya para pemuda untuk melihat kenyataan dengan cara pandang yang baik dan benar.


Dekatnya Pemuda Kita dengan Kedzaliman


Kita seringkali memahami dzalim sebagai perbuatan buruk yang merugikan orang lain. Padahal Dr. Hamid Fahmi Zarkasy, M.A, M.Phil dalam acara seminar pemikiran Islam kerjasama Institute  for The Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST)  dan Program Kaderisasi Ulama Institute Studi Islam (PKU ISID) Gontor, menyatakan bahwa makna dzalim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Sedangkan menempatkan sesuatu pada tempatnya disebut dengan ‘adl atau adil.

Remaja, dengan jumlahnya yang sedemikian besar merupakan pangsa pasar yang menjanjikan bagi beraneka industry. Industry bukan lembaga moral, maka jangan heran jika mereka hanya mengejar profit tanpa peduli ekses negative yang muncul ditengah pasar utama mereka yakni remaja. Dan industry paham bahwa persoalan cinta akan selalu hangat di kalangan para remaja.


Kultur Pop yang berkembang di Indonesia memiliki ketergantungan kepada media massa sebagai stabilizer isu, sementara media massa bergantung pada Industry yang menyuplai mereka dengan dana melalui iklan, sedangkan industry dibimbing oleh para pakar marketing agar produk mereka laris, dan pakar marketing ini disekolahnya dulu dibentuk lewat sistem pendidikan yang berasas pada ideology postmodernisme yang anti otoritas. Lingkaran setan kedzaliman yang klop satu sama lainnya.


Hati yang seharusnya menjadi tempat bagi kecintaan terhadap Allah sebagai pusat segala sesuatu telah dengan dzalimditukar dengan cinta pada kefanaan. Sungguh besar kedzaliman yang pemuda kita lakukan.


Tanpa bekal iman, ilmu dan amal yang dipersiapkan dengan baik, maka jangan heran jika pemuda kita terjebak dalam pusaran kedzaliman. Entah karena efek dari luar, berupa sugesti dan godaan, atau justru efek dari dalam karena absennya iman, ilmu dan amal yang bekerja secara berkesinambungan.
Tiada salahnya jika kita mengulangi peringatan dari Syekh Ahmad Al Khatib kepada pemuda Indonesia agar mengingat dan memahami kematian sebagai fondasi menanamkan iman dalam jiwa. Dan bagi para orangtua agar makin menguatkan taqwanya kepada Allah subhanahu wata’ala atas titipan luar biasa bernama anak sebab kullu ro’in mas’uulun ‘an ro’iyyatihi, karena setiap penanggung jawab akan dimintai tanggung jawabnya atas apa yang dikuasakan terhadapnya.


Dan jika kita tetap lalai akan fenomena kedzaliman ini, sungguh Allah SWT tiada perlu menurunkan ‘adzab dari langit, sebab secara pasti, masyarakat yang memelihara kedzaliman adalah masyarakat yang berproses menuju bunuh diri dan kerusakan massal.




Minggu, 02 Maret 2014

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Di postingan kali ini saya akan sekedar berbagi pengalaman atau laporan perjalanan ke Tahura Ir. H. Djuanda nih, waktu itu ( 16 Februari 2014 ) saya dan teman-teman ke sana untuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia. Untuk masuk ke kawasan ini akan dikenakan biaya dengan rincian sebagai berikut :


    • Tiket masuk: Rp. 10.000
    • Asuransi : Rp. 1000
    • Parkir ( Mobil : Rp.10.000 - Motor : Rp.5000 )

Langsung aja ..


Sejarah Singkat Tahura Ir. H. Djuanda


Berkunjung ke Taman Hutan Raya Djuanda seolah kita dapat berwisata alam dan sejarah dalam satu tempat yang sama. Tempat ini teretak tidak jauh dari kota Bandung tepatnya di daerah Dago atas, dan sudah dilengkapi oleh sarana yang cukup lengkap.

Taman Hutan Raya Djuanda atau lebih dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Dago Pakar adalah sebuah hutan kota yang berjarak sekitar 3 Km dari terminal Dago. Tahura Djuanda berada di ketinggian 800 sampai 1350 M di atas permukaan laut.

Sejarah Taman Hutan Raya yang dulu dikenal dengan nama Dago Pakar ini dimulai pada tahun 1922, ketika batas-batas hutan ini ditetapkan. Pada tahun 1963, hutan lindung  ini mulai dipersiapkan sebagai hutan wisata atau kebun raya. Oleh karena itu, kawasan seluas 30 ha di mulai ditanami pepohonan yang berasal dari berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Indonesia.

Atas Gagasan Gubernur Propinsi Jawa Barat pada 23 Agustus 1965, hutan ini diresmikan sebagai Kebun Raya / Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda. Pada tahun 1980 pengelolaannya dialihkan dari Perum Perhutani ke Direktorat Jendral Perlindungan dan Pengawetan Alam (sekarang Direktorat Jendral Perlindungan dan Pelestarian Alam / PHPA).

Tahura Djuanda menyimpan beraneka macam tumbuhan, diantaranya ialah pohon Pinus (Pinus merkusii), Kaliandra (Calliandra callothyrsus), Bambu (Bambusa sp.) dan berbagai jenis tumbuhan bawah seperti tumbuhan Teklan (Euphatorium sp.), kayu Manis dan lain sebagainya. Selain itu terdapat berbagai jenis binatang yang tinggal di dalamnya antara lain Musang (Paradoxurus herma paproditus), Tupai (Callosciurus notatus), Kera (Macaca insularis) serta berbagai jenis burung seperti Kepondang (Oriolus chinensis), Kutilang (Pycnontus caferaurigaster), Ayam hutan (Gallus gallus bankiva) dan beberapa spesies lainnya.


Tempat - tempat di Tahura Ir. H. Djuanda

1. GUA BELANDA

Belanda membuat terowongan ini untuk keperluan saluran air bagi pembangkit listrik tenaga air pertama di Indonesia yaitu PLTA Bengkok. Namun pada perkembangannya, air untuk pembangkit listrik kemudian disalurkan menggunakan pipa-pipa besar, sedangkan terowongan yang membelah bukit tersebut digunakan untuk kepentingan militer khususnya sebagai pusat telekomunikasi. Sekedar tambahan informasi di gua ini terdapat mitos bahwa dilarang mengatakan " LADA " di dalam gua, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kata " LADA " sendiri merupakan nama leluhur dahulu yang sangat dihormati di daerah tersebut.



Selanjutnya terowongan - terowongan tersebut ditambah sehingga di dalamnya terdapat ruangan - ruangan lain termasuk penjara dan tempat interogasi.

2. GUA JEPANG

Setelah Jepang masuk ke Indonesia, tentara Jepang kemudian mengambil alih tempat ini dan membangun gua lainnya sebagai basis pertahanan mereka tidak jauh dari gua Belanda. Jepang menggunakan tenaga kerja paksa sehingga konon tidak sedikit korban yang berjatuhan selama pembuatan gua ini. Saat Jepang menyerah terhadap tentara sekutu, tempat ini adalah pertahanan terakhir bagi tentara Jepang yang ada di Bandung. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, gua inipun terlantar, tertutup oleh semak belukar dan hutan. Sampai kemudian ditemukan kembali pada sekitar tahun 1965, konon pada waktu itu masih banyak ditemukan sisa-sisa peninggalan tentara Jepang seperti senjata dan amunisi di dalamnya.


Kondisi gua Belanda terlihat jauh lebih baik dari gua Jepang, selain memang gua Belanda sudah beberapakali direnofasi, kondisi gua ini memang berbeda, gua Jepang sepertinya belum 100% selesai pengerjaannya, sehingga masih ditemukan terowongan-terowongan yang terlihat setengah jalan. Kondisi gua Jepang juga dibiarkan seperti aslinya, beberpa kelelawar terlihat tinggal di langit-langit gua, sedangkan gua Belanda permukaannya sudah dilapisi semen.

3. CURUG OMAS

Curug Omas yang terletak di lokasi wisata Maribaya, Lembang. Kawasan Lembang masih terkenal dengan cuaca yang masih dingin dan jauh dari polusi seperti jalanan di kota besar, dengan kata lain daerah Lembang memang sangat cocok dikunjungi karena memiliki berbagai objek wisata yang terdapat di daerah ini.

Objek wisata curug omas ini menawarkan pesona air terjun dan keindahan alam yang menjadi pilihan tepat untuk anda berwisata alam bersama keluarga. Kesegaran udara disana masih sangat asri, sehingga ketika memasuki objek wisata curug omas akan terlihat banyak pengunjung yang duduk-duduk dan menyewa tikar diatas rumput disekitar pepohonan yang membuat suasana menjadi sejuk.



Air terjun di curug omas memiliki tinggi sekitar 30 meter, terdapat sebuah jembatan yang tepat berada diatas air terjun, sehingga memudahkan anda untuk menikmati pemandangan dari atas air terjun. Dari atas jembatan, ketika sesudah hujan turun anda dapat melihat pelangi yang seringkali muncul dan terlihat dengan jelas dari atas sana.

Untuk ke lokasi curug omas, jarak yang akan anda tempuh dari Bandung sekitar 21 km dari Lembang ke arah timur. Bagi yang suka berpetualang dari Maribaya dapat menerobos bukit dengan pohon pinus dari kina dengan berjalan kaki ke Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda sekitar 5 km atau ke daerah Arcamanik. Bagi anda yang hobi berpetualang, meskipun mencapai jarak yang lumayan jauh, anda akan di manjakan dengan pemandangan disepanjang jalan.


Galeri foto di Tahura Ir. H. Djuanda